UN Kian Tak Menakutkan, Bukan Penentu Kelulusan, Tetap Rawan Kecurangan

215
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DEPOK – Terhitung mulai hari ini (21/3) pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2016 tinggal dua pekan lagi. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mulai bergerak mempersiapkan ujian massal tahunan itu. Di antaranya mengirim naskah ujian untuk daerah khusus yang sulit dijangkau.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud Nizam menjelaskan, daerah-daerah khusus itu sebagian besar tersebar di Indonesia bagian timur. “Seperti di Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur,” katanya setelah mengikuti pengukuhan Narasumber Nasional Kurikulum 2013 di Pusdiklat Kemendikbud Depok, kemarin (20/3).

Nizam menuturkan, sama seperti tahun sebelumnya, Kemendikbud menetapkan ada daerah khusus dalam pendistribusian naskah ujian. Pengiriman naskah di daerah khusus itu tidak bisa disamakan dengan daerah umum lainnya. Sebab, mereka ingin menjamin naskah UN sudah berada di rayon atau titik terdekat dari sekolah maksimal H-1 ujian.

Untuk daerah-daerah dengan jalur transportasi lebih lancar, baru akan dikebut pekan depan. “Seperti naskah untuk wilayah Jakarta, soal ujiannya masih di percetakan,” katanya. Guru besar teknik sipil Universitas Gadjah Mada (UGM) itu memastikan proses pencetakan naskah ujian berlangsung lancar dan terjamin kerahasiaannya.

Selain urusan teknis persiapan UN berbasis kertas, Nizam membeber persiapan ujian berbasis komputer (UNBK). Menurut dia, tahun ini penyelenggaraan UNBK lebih menantang karena jumlah sekolahnya tambah banyak.

Tahun ini ada 4.404 sekolah penyelenggara UNBK. Bahkan, di daerah tertentu, misalnya Surabaya dan DKI Jakarta, sudah mendeklarasikan UN 2016 secara keseluruhan menggunakan komputer.

Pejabat yang hobi bersepeda itu menuturkan, selama ini sudah digelar tiga kali uji coba (try out) UN berbasis komputer. Dari ketiga uji coba itu, Nizam mengatakan, tidak ada gangguan berarti. Rencananya mulai pekan ini Kemendikbud melakukan sinkronisasi komputer. Antara komputer di server pusat, Kemendikbud, dengan komputer di sekolah-sekolah.

Nizam telah berkoordinasi dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk teknis server dan peranti lunaknya. Kemendikbud juga telah menyurati PLN. “Selama UNBK berlangsung, mohon PLN menghentikan pemadaman bergilir di seluruh wilayah Indonesia dulu,” harapnya.

Mendikbud Anies Baswedan menuturkan, sambutan publik terhadap UN 2016 tidak semenakutkan tahun-tahun sebelumnya. Terkait tambahan jam belajar dan latihan soal ujian, baginya tidak masalah asal dilakukan dengan wajar. Bagi Anies, saat ini yang jadi omongan di antara sekolah-sekolah adalah keberadaan plakat sekolah berintegritas dalam UN 2015.

“Sekolah tanya kamu dapat atau tidak, dan sebagainya,” tutur Anies. Bahkan, ada kepala dinas yang sekolahnya tidak satu pun mendapat plakat integritas UN, memberikan perintah khusus. Yakni mengurangi subsidi jawaban. Anies mencoba menerka yang disebut subsidi jawaban itu ada kaitannya dengan kecurangan UN.

Dia menegaskan cara mendapatkan plakat sekolah berintegritas sangat mudah. Yakni, tidak perlu menyontek atau bagi-bagi kunci jawaban. Sebab, Kemendikbud memiliki formula untuk menganalisis jawaban siswa.

(http://kaltim.prokal.co/)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here