Operator Bantu 3 OTT Nasional Bersaing dengan Facebook dkk

124
0
SHARE

BHARATANEWS.ID – Kemarin, Kamis (17/3/2016), Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) secara resmi mengumumkan nama 3 penyelenggara OTT (Over-The-Top) asal Indonesia yang mereka dukung. Ketiga OTT tersebut adalah Catfiz, Sebangsa dan Qlue.

“Proses yang dilalui cukup panjang. Tidak mudah tentunya dalam menentukan siapa yang patut kita dorong, kita dukung tanpa ada yang merasa ada beban di antara sesama operator,” kata Ketua ATSI Alexander Rusli.

Salah satu syarat yang ditentukan oleh ATSI dalam memilih OTT yang akan mereka dukung adalah OTT harus berada dalam lingkup media sosial atau pengirim pesan alias messaging.

Ketua Tim Seleksi OTT Nasional Binaan ATSI Ongki Kurniawan menjelaskan, alasan mengapa ATSI memilih lingkup media sosial dan messaging adalah karena keduanya dianggap sebagai kategori yang memiliki dampak paling besar ke masyarakat.

Selain itu, masyarakat Indonesia terbilang cukup aktif dalam menggunakan media sosial. Jakarta bahkan disebutkan sebagai kota yang paling aktif di Twitter.

“Kita tentunya tidak hanya ingin melihat 70 juta lebih Facebooker indonesia, 40 juta lebih Twitter aktif di Indonesia, 60 juta LINE user di Indonesia,” kata Rudiantara saat ditemui di gedung Telkomsel Smart Office.

Dia percaya, dukungan pada OTT nasional ini memiliki dampak yang besar. Salah satunya adalah karena hal ini dapat menimbulkan rasa percaya diri di masyarakat.

“Karena kita juga memiliki sesuatu yang memang betul bagus,” katanya.

Meskipun begitu, harus diakui bahwa OTT global seperti Facebook, WhatsApp dan Twitter masih mendominasi di Indonesia. Satu hal yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana cara OTT nasional bersaing dengan OTT global yang memang sudah memiliki nama besar tersebut.

“Masyarakat agar banyak yang pakai,” jawab Rudiantara.

Dia menjelaskan, cara agar masyarakat mau mencoba untuk menggunakan aplikasi buatan Indonesia adalah dengan memberikan kemudahan pemasangan. Cara kedua adalah dengan melakukan sosialisasi.

Faktanya, salah satu bantuan yang akan diberikan ATSI kepada 3 OTT lokal yang terpilih adalah untuk membantu untuk mengenalkan aplikasi buatan mereka ke masyarakat. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan SMS Blast.

Rudiantara bahkan menyarankan agar operator membiarkan masyarakat mengunduh tiga aplikasi buatan lokal tersebut secara gratis. Namun, saat ini, hal tersebut sekadar wacana.

Sekarang ini, aplikasi OTT lokal masih berada dalam tahap promosi alias pengenalan pada masyarakat. Catfiz adalah sebuah aplikasi messaging, sementara Sebangsa menawarkan media sosial berbasis komunitas. Qlue adalah platform sejenis media sosial yang dapat digunakan masyarakat Jakarta untuk berkomunikasi dengan pemerintah.

Dengan dukungan dari ATSI, diharapkan masyarakat akan menjadi tahu akan keberadaan ketiga aplikasi tersebut dan bersedia mencoba.

Rudiantara menjelaskan, tidak apa-apa jika masyarakat menggunakan OTT global dan OTT nasional secara bersamaan. “Kalau diganti kan takutnya tidak bisa komunikasi,” katanya. Ke depan, dia berharap masyarakat akan merasa lebih nyaman menggunakan aplikasi OTT nasional.

Keputusan ATSI dan pemerintah untuk mendukung 3 OTT lokal mungkin memunculkan pertanyaan apakah mereka memiliki agenda tersendiri. Namun, CEO dan Founder Qlue RaMa Raditya mengatakan bahwa ATSI meminta mereka untuk fokus pada pengembangan aplikasi.

Saat ditanya mengenai hal ini secara terpisah, Rudiantara menyebutkan bahwa pemerintah tidak akan ikut campur dalam pengembangan aplikasi. Dia menyebutkan, satu hal yang mungkin mempengaruhi pengembangan aplikasi dari OTT nasional ini justru kehendak masyarakat.

“Lihat saja OTT global yang besar-besar itu di-drive oleh masyarakat,” katanya.
(MMI/metrotvnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here