BNP2TKI Waspadai Gerakan Radikal di Asia Pasifik

63
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jember – Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid mengatakan pihaknya tengah mewaspadai kemungkinan adanya gerakan radikal terhadap buruh migran.

“Termasuk juga perekrutan anggota ISIS di sejumlah negara tujuan TKI. Maka, kami mengirimkan seorang ustad dari Indonesia untuk berceramah kepada para TKI sebagai upaya untuk mencegah dan mewaspadai gerakan radikal seperti ISIS,” kata Nusron di acara Jember, Jawa Timur, Minggu (20/3/2016).

Nusron mengaku telah mendapatkan informasi adanya dua buruh migran yang terindikasi terlibat dalam gerakan teroris di Korea.

Untuk itu, pihaknya akan terus memantau aktivitas kedua TKI yang bekerja di negeri ginseng itu. Telebih, ia juga menerima informasi ada beberapa TKI di Hong Kong memakai atribut yang mengarah ke dalam tindakan radikalisme.

“Ada beberapa negara yang rawan menyebabkan TKI sebagai pengikut organisasi ISIS, di antaranya Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Hongkong. Para buruh migran itu mendengarkan ceramah ajaran garis keras disana, sehingga perlu dilakukan antisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, ia menuturkan sejauh ini TKI yang ada di Arab Saudi masih dalam kategori aman dari pengaruh ajaran radikal. Justru, TKI yang ada di sejumlah negara Asia Pasifik lebih rawan menjadi sasaran rekrurtmen kelompok ISIS.

“Arab Saudi masih dalam kategori aman terjaring ajaran radikal tersebut, sehingga kami mengirimkan seorang ustad untuk memberikan siraman rohani kepada para TKI di negara-negara Asia Pasifik,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here