Konser Richard Marx di Jakarta, Lebih dari Sekadar Nostalgia

127
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Nama Richard Marx sebagai penyanyi lagu-lagu romantis memang tak se-tenar era 1990-an awal. Tetapi, daya pikat pria 52 tahun itu seperti tak lekang dimakan waktu.

Buktinya adalah konser bertajuk Beautiful Goodbye World of Tour 2016 yang digelar di Grand Ballroom Kuningan City pada Jumat (18/3/2016) malam.

Tampil membawakan 17 lagu, konser Marx berlangsung intim, hangat, dan sederhana. Pria kelahiran Chicago itu terbilang pandai mencairkan suasana. Hampir di jeda lagu dia melontarkan canda.

“Bahasa Indonesia saya jelek. Bagaimana dengan bahasa Inggris kalian? Tidak ada band malam ini, hanya kamu dan aku,” ucap Marx yang di atas panggung seorang diri.

“Kalian boleh berdiri, buka baju juga boleh, tetapi jangan yang laki-laki karena saya enggak mau lihat,” canda Marx disusul gelak tawa penonton.

Marx kemudian membawakan Keep Coming Back dengan gitar akustik. Usai membawakan lagu itu, dia beranjak ke piano dan membawakan Turn Off the Night.

Para penonton yang secara fisik tampak dari generasi yang melewati masa muda di dekade 1980-an akhir dan 1990-an awal tampak bernyanyi sepanjang konser. Sesuai janji Marx di awal tampil, dia memang membawakan semua katalog lagu hitnya.

Marx kemudian duet dengan ketiga anaknya secara virtual.

“Aku merekam lagu bersama tiga anakku, Brandon bermain gitar, Lucas bermain Piano, dan Jesse bermain drum,” kata Marx mengawali lagu Save Me.

Dari layar LED yang terbentang jadi latar panggung tampak video musik anak-anak Marx menjadi pengiring. Dikawal para buah hatinya secara digital, Marx tinggal mengisi vokal sembari bermain gitar akustik.

Marx lagi-lagi melontarkan candaan sebelum membawakan lagu Hold On To the Nights. Dia sempat seolah-olah membawakan lagu Livin On A Prayer milik Bon Jovi dan Maps dari Maroon 5. “Got you,” kata Marx yang menandakan dia sedang menjahili para penonton.

Dalam konser itu, tak ketinggalan Marx membawakan hit This I Promise You, Now and Forever, danRight Here Waiting.

Konser ditutup dengan lagu Can’t Help Falling In Love yang pernah dibawakan legenda musik Elvis Presley.

Ada satu cerita lucu yang dibagikan Marx sebelum membawakan This I Promise You. Sebuah lagu yang diciptakan Marx untuk boyband *NSYNC.

“Tidak ada yang lebih besar dari *NSYNC di awal 2000-an. Waktu itu kami mengerjakan lagu di studio. Penggemar *NSYNC banyak sekali. Mereka menunggu di tempat parkir depan studio,” jelas Marx.

“Karena penggemar banyak sekali, *NSYNC keluar lewat pintu rahasia. Sedangkan saya keluar lewat pintu depan. Saat menuju mobil, ada perempuan muda yang cantik. Dia menghampiri saya,” ujar Marx dengan mimik wajah yang menunjukkan dia percaya diri karena dihampiri seorang perempuan muda.

“Perempuan itu bilang, ‘Kamu Richard Marx?’ lalu saya mengiyakan.”

“‘Ya Tuhan, ibu saya nge-fan sama kamu!’ Kata Marx disusul mimik wajah kecewa karena bukan si perempuan muda yang mengidolakannya.

Tampil kurang lebih satu setengah jam, Marx benar-benar menyuguhkan pertunjukkan yang menghibur. Meski tata panggung dan konser secara keseluruhan tak terlampau megah dan ekstravaganza, tetapi kedekatan yang dibangun antara Marx dan penonton lewat lagu nostalgia dan sikapnya yang cair sudah melampaui ekspektasi. (metrotvnews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here