Jika Mengacu Harga Pasar, Premium Pada April Hanya Rp5.000/liter

109
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Pemerintah harus mengevaluasi total penghitungan harga jual bahan bakar minyak (BBM) pada awal April. Kalau dievaluasi, saat itu harusnya harga BBM Rp5.000/liter.

“Jika mengacu harga pasar, harga premium pada awal April hanya Rp5.000/liter,” kata Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI), Ferdinand Hutahean, Sabtu (19/3). Jadi harga premium turun jauh dibanding harga saat ini Rp7.050/liter atau turun Rp2.000.

Meski harga premium turun  jauh, ia yakin masyarakat luas belum tentu menikmati penurunan harga ini. Hanya pemilik kendaraan saja. Sebab, menurutnya, pemerintah tida memiliki instrumen yang memaksa harga barang dan tarif angkutan umum turun ketika harga BBM turun.

“Kalau harga sembako dan tarif angkutan umum tidak turun, percuma saja menurunkan harga BBM sampai ke level harga pasar,” tandasnya.

Jadi kalau bisa dipertahankan saja harga BBM. Atau kalau mau menurunkan harga jual, ia mengusulkan sebaiknya jangan terlalu jauh dari harga sekarang.

Tapi pemerintah harus jujur dan transparan kepada masyarakat. Misalnya harga pasar premium Rp5.000, lalu pemerintah menjualnya Rp6.000-Rp6.500/liter. Selisih dana tersebut harus dijelaskan. Untuk apa kelebihan dana tersebut akan digunakan.

“Apa untuk dana stabilisasi di saat harga BBM melonjak atau dana tersebut buat mengembangkan energi baru dan terbarukan,” ujar Ferdinand.

Ia mengungkap kacaunya kebijakan harga pasar terhadap BBM, karena ‘dosa’ pemerintah sendiri grasa-grusu saat mengambil kebijakan tersebut.

Karenanya, ia kembali mengingatkan pemerintah sebaiknya mengevaluasi total penghitungan harga BBM, termasuk regulasinya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here