Sadis, Kakak Beradik Ini Kompak Aniaya Pembantunya Sendiri

108
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PONDOKGEDE – Duh, kekerasan dalam rumah tangga di Kota Bekasi kian jadi. Korbannya dialami dua pembantu rumah tangga asal Tulangbawang, Lampung dan Banyumas, Jawa Tengah, yaitu Tiara (22) dan Salimah (43).

Keduanya menderita luka fisik di bagian tubuhnya akibat kekerasan yang dilakukan majikannya, Andi Syalimar Malik (Cima), warga Perumahan Prima Lingkar Asri, Jalan Caman Raya Blok B1 No.11, Jatibening, Pondokgede.

 Cima yang disebut-sebut sebagai salah satu pemain sinetron, diduga menganiaya pembantunya tidak sendiri. Nabila, sang kakak disebut turut terlibat dalam kasus penganiayaan ini.

Terungkapnya kasus kekerasan terhadap pembantu rumah tangga itu bermula dari kecurigaan tetangga di sekitar kediaman pelaku. Warga sering mendengar teriakan kesakitan dari dalam rumah kakak beradik itu.

Rabu kemarin, mereka tidak sabar untuk mendatangi sumber suara. Warga pun menyambangi rumah Cima dan menemukan kedua pembantu dalam keadaan tersiksa. Tanpa pikir panjang lagi mereka langsung menyelamatkan kedua pembantu itu.
Pengakuan salah seorang pembantu, Tiara terungkap di dalam rumah ada tiga orang pembantu. Dua orang pembantu berhasil diselamatkan sementara Marni (19) ditahan majikannya.

Menurut Tiara perlakuan kejam dan kasar yang diterimanya itu terjadi sejak empat bulan terakhir. Dengan kekerasan seperti dijambak, ditendang, dan pernah digunting rambutnya dengan kasar.

“Hampir setiap hari disiksa oleh Cima dan kakaknya Nabila,” katanya Rabu (16/3).

Tiara melanjutkan, bila dipanggil majikan datangnya lama, maka dirinya dipukul dan dijambak. Bahkan, hampir setiap hari dia mendapatkan tindakan kasar tersebut. Begitu juga dengan makan sehari-hari hanya diberikan makanan sisa, setelah makan dikasarin lagi. Gajipun hanya dibayar dua bulan dari yang dijanjikan sebesar Rp2,7 per bulan.

“Kami udah gak tahan diperlakukan seperti binatang. Dan tidak pernah digaji, hanya dua bulan gaji yang diberikan,” curhat Tiara.

Warga pun membawa keduanya ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polresta Bekasi Kota untuk melaporkan tindakan kekerasan yang dialaminya selama ini.

Petugas yang mendapati laporan tersebut masih meminta keterangan kedua korban dan mencari alat bukti kasus kekerasan tersebut.

Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Humas Polresta Bekasi Kota, Iptu Puji Astuti membenarkan laporan kedua korban. Namun, pihaknya masih mencari alat bukti kasus kekerasan yang dilakukan majikannya tersebut. “Ada laporan secara lisan dan kami masih menunggu hasil visumnya dulu,” tutur Puji.

Puji menjelaskan hasil visum akan selesai dari dokter pada Sabtu (19/3). Setelah hasil visum keluar maka pihak kepolisian akan langsung memproses laporan dugaan penganiayaan ini. “Kami langsung proses setelah hasil visum keluar,” ujar Puji. (pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here