Kami Bukan Penjahat

115
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Puluhan pedagang Kaki-5 yang terjaring petugas Satpol PP di Jakarta Pusat, dibawa ke ‘meja hijau’ untuk mengikuti sidang Tipiring, Jumat (18/3/2016). Tak sedikit dari mereka pun protes, lantaran disamakan dengan pelaku kriminalitas.

“Pak hakim, saya hanya berdagang cari makan untuk keluarga dengan cara halal, tapi kenapa diperlakukan seperti ini, kami bukan  penjahat ,” protes Dul Wahid, 53, salah satu pedagang Kaki-5 yang tertangkap dan disidangkan di PN Jakpus.

Menurut lelaki tengah baya tersebut, ia disidang karena sebelumnya tertangkap petugas Satpol PP karena berjualan di Taman Kodok, wilayah Menteng. “Padahal tempat jualan saya tidak permanen dan mengganggu, tapi ditertibkan juga,” ungkapnya

Sementara itu, Sidang Tindak Pidana Ringan (Tipiring) bagi pedagang Kaki-5 diikuti sebanyak 96 orang dari jumlah 149 yang disidangkan. “Para pedagang Kaki-5 yang terjaring dan disidangkan ini dari seluruh wilayah yang ada di Jakarta Pusat,” jelas Kasatpol PP Jakarta Pusat, Iyan Sopiyan Hadi.

Lebih lanjut, dirinya berharap para pedagang untuk tidak kembali berjualan di Fasos – Fasum, karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) nomor 8 tahun 2007 tentang ketertiban umum. “Nantinya sidang bagi pelanggar Perda seperti ini, rutin akan kita gelar sebulan sekali,” tegasnya. (Pos Kota)