Tiga Wanita Pilot Brunei Mencatat Sejarah

260
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JEDDAH – Tiga pilot perempuan dari maskapai Royal Brunei Airlines mencatat sejarah dengan mendaratkan pesawat ke Jeddah, Arab Saudi, negara yang melarang wanita mengendarai mobil.

Awak pesawat wanita ini menerbangkan Boeing 787 Dreamliner dari Brunei ke Jeddah, bertepatan dengan Hari Nasional Brunei untuk merayakan kemerdekaan.

“Kami adalah generasi dengan visi bangsa kami: kami adalah hari esok,” demikian tulisan di akun Instagram Royal Brunei dengan sekitar 1.900 pengguna yang suka dan puluhan komentar.

“Masha Allah,” dan “Selamat untuk Royal Brunei atas pencapaiannya” termasuk di antara sejumlah komentar yang masuk melalui akun instagram maskapai penerbangan Brunei itu.

Penerbangan itu dipimpin oleh kapten Sharifah Czarena, dan dibantu oleh Senior First Officers Sariana Nordin dan Dk Nadiah Pg Khashiem.

Pendaratan mereka di Jeddah justru bertolak belakang dengan kondisi perempuan di Arab Saudi. Negara tersebut melarang kaum perempuan mengendarai mobil.

Meski tak secara teknis mengemudi ilegal, tapi izin mengemudi hanya diberikan kepada lelaki–dan para perempuan berisiko dikenai denda dan ditangkap polisi jika kedapatan mengemudi.

Para wanita Saudi telah meluncurkan serangkaian kampanye – termasuk di media sosial – untuk menuntut pengurangan pembatasan mengemudi.

Royal Brunei Female Flight Deck2

Siapa bilang teknisi adalah profesi pria saja? Tulis akun Instagram Royal Brunei Airlines. 

Baru tahun lalu perempuan di Saudi mendapat kesempatan memberikan suara mereka untuk pertama kalinya dalam pemilihan daerah. Sebanyak 978 orang perempuan juga terdaftar sebagai kandidat.

Para perempuan itu bersaing dengan 5.938 orang kandidat pria. Keputusan Raja Abdullah untuk mengizinkan para perempuan ambil bagian dalam pemilihan merupakan warisan penting sang raja.

PRESTASI BESAR

Kapten Czarena dilatih sebagai pilot di Inggris dan pada Desember 2013 dan menjadi pilot Royal Brunei pertama yang menerbangkan Boeing 787 Dreamliner dari Bandara Heathrow London ke Brunei.

Ia mengatakan kepada The Brunei Times pada tahun 2012 bahwa, “Menjadi pilot, biasanya dilihat orang sebagai pekerjaan yang didominasi kaum pria.”

“Sebagai perempuan, seorang wanita Brunei, ini merupakan prestasi besar. Ini benar-benar menunjukkan kepada generasi muda atau utamanya para perempuan bahwa apapun yang mereka impikan bisa tercapai,” katanya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here