Harga Cabai di Depok Melambung

123
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Depok – Harga komoditi cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Depok mengalami kenaikan tajam sejak satu bulan terakhir. Untuk cabai merah keriting di Pasar Kemiri Muka, mencapai Rp 60.000 per kilogram atau naik tiga kali lipat dari sebelumnya Rp 20.000 per kilogram.

Atih (36) salah satu pedagang sayur mayur di Pasar Kemirimuka mengatakan, tidak hanya cabai merah keriting yang mengalami kenaikan, retapi juga cabai rawit merah yang menyentuh harga Rp 80.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 20.000 per kilogram. Sementara cabai rawit hijau melonjak menjadi Rp 40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 20.000 per kilogram. “Kalau ditanya kenapa naik tinggi sekali, saya juga bingung kenapa bisa naik karena saya belinya juga sudah mahal,” ujar Atih kepada SP di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (17/3).

Atih biasa membeli sayur mayur dari Pasar Anyar di Kota Bogor. Dia mengaku berbelanja hingga Rp 3 juta per hari. “Padahal sebelumnya kalau belanja Rp 2 juta sudah banyak sekali. Sekarang sudah tidak bisa, Rp 3 juta baru mencukupi,” tutur ibu dua anak ini.

Selain harga cabai, komoditi yang mengalami kenaikan adalah bawang merah dan bawang putih. Bawang merah kini dijual Rp 40.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 20.000 per kilogram. Hal senada juga terjadi untuk bawang putih.

Sedangkan untuk sayur mayur, relatif stabil. Hanya buncis yang mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 8.000 per kilogram naik menjadi Rp 15.000 per kilogram. Kondisi berkebalikan terjadi pada komoditi kentang. “Kalau kentang malah turun, dari sebelumnya Rp 15.000 per kilogram jadi Rp 8.000 per kilogram,” tutur Atih.

Kenaikan harga cabai membuat para ibu harus pintar memutar otak menyiasatinya. Rukiah misalnya, warga Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok ini memilih untuk tak membeli cabai dalam jumlah banyak, tetapi membeli sesuai kebutuhan. “Cabai sekarang mahal. Saya tetap beli tapi tidak banyak. Paling satu ons saja. Tetap makan cabai tapi ya dikurangi jumlahnya saja,” kata Rukiah.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Depok Martinho menjelaskan kenaikan harga dipicu banyak daerah di Indonesia yang mengalami gagal panen karena musim penghujan. Hal ini juga menyebabkan kesulitan transportasi. “Panen jadi tidak maksimal. Kami perkirakan harga akan kembali normal usai musim penghujan,” tutur Martinho.

Selain itu, pada tingkat petani, panen cabai baru bisa dilaksanakan menjelang bulan puasa.  “Kami sangat menganjurkan warga agar menanam pohon cabai sendiri di halaman rumah. Sehingga ketika harga cabai tinggi, warga tak perlu risau. Jika tak ada lahan, maka bisa di dalam pot. Karena cabai bisa tumbuh di dalam pot,” tutur Martinho. (beritasatu.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here