Cuma Gara-Gara 6 Kesalahan Sepele, Kejadian ini Mengubah Sejarah Dunia Selamanya

134
0
SHARE

Seandainya kuncinya nggak ketinggalan, Titanic nggak bakal tenggelam.

BHARATANEWS.ID – Pasti kamu sudah pernah denger beberapa teori kenapa kapal segede ini bisa tenggelam. Tapi ada satu teori yang diungkap oleh seorang kru kapal yang berhasil hidup. Kru kapal tersebut bertugas untuk memantau gunung es. Tapi waktu itu, dia nggak bisa mengakses teropongnya, karena teropongnya di kunci, dan kuncinya nggak dibawa saat perjalanan. Kru kapal ini pun bahkan bersaksi kalau seandainya dia punya akses ke teropong, dia pasti bisa mencegah bencana mengerikan ini.
Trus, kuncinya dimana?

Sebelum kapalnya berangkat, perusahaan kapal Titanic tiba-tiba mengubah pejabat kapal ke-dua David Blair dengan Charles Lightoller. Dan kuncinya masih ada di kantong Blair, yang lupa nyerahin kunci itu.

Makanya, jadi orang jangan pikunan.

2

Joseph Stalin meninggal karena terlalu parno.

Stalin mengalami parno kalau dirinya bakal dibunuh. Saking parnonya, bahkan pasukan keamanannya pun nggak boleh masuk ke kamar Stalin tanpa ijin.
Suatu hari, Stalin nggak keluar dari kamar untuk melakukan aktifitas rutinnya, dan pasukannya pun nggak berani masuk karena kalau mereka nekat masuk, mereka bisa dieksekusi. Tapi kalau Stalin lagi gawat, dan mereka tetap ada di luar, nasib mereka juga sama. Serba salah kan?

Ternyata suatu hari, mereka menemukan Stalin terbaring tak berdaya. Tentu aja mereka langsung ketakutan, bahkan dokter yang memeriksanya pun tangannya gemeteran.

Untungnya (atau sialnya?), 4 hari kemudian, Stalin dinyatakan meninggal, karena serangan stroke.

3

Tembok Berlin runtuh gara-gara seorang birokrat nggak baca teks pidatonya dengan baik.

Kejadian bersejarah ini bukan karena diputusin secara sadar, tapi lebih tepat dibilang sebagai sebuah kecelakaan birokrasi yang kocak.
Jerman Timur akhirnya memutuskan untuk melonggarkan aturan larangan traveling. Gunter Schabowski, seorang politisi Jerman TImur, diserahi tanggung jawab untuk menginfokan hal ini kepada rakyat Jerman dengan mengadakan konferensi pers. Pada tanggal 9 November 1989, Schabowski diserahi secarik kertas pidato, yang isinya nggak dicek sama sekali.

Layaknya pidato kenegaraan, isinya panjang dan ngebosenin, tapi orang-orang langsung sigap begitu dia mulai membahas soal pelonggaran aturan travel antar perbatasan.

Beberapa wartawan, setelah ngelamun panjang saking bosennya, mengira kalau Schabowski berkata kalau aturan travel ini akan dihapus seluruhnya. Jadi setelah beberapa orang bertanya, “Kapan aturan ini berlaku?”, Scahbowski yang nggak siap sama pidatonya karena tadi nggak sempet “belajar” dulu, mulai membuka-buka kertas pidatonya. Tapi merasa malu karena dilihat media kalau dirinya nggak siap, dia pun berkata, “Segera, sekarang juga.”

Langsung deh media heboh, dan berita yang menyajikan keputusan Jerman Timur yang luar biasa untuk meruntuhkan Tembok Berlin pun langsung membanjiri media massa. Karena hiruk pikuk di Tembok Berlin sudah mencapai batas, dan supaya situasinya nggak makin gawat, pihak militer pun mundur, dan Tembok Berlin tamat riwayatnya.

4

Gara-gara kereta yang ditumpangi Archduke Franz Ferdinand salah belok, dia pun tewas, dan terjadilah Perang Dunia Pertama.

Mungkin yang masih duduk di SMA masih inget apa yang memicu Perang Dunia Pertama. Yup, terbunuhnya Archduke Austria Ferdinand lah yang menjadi penyebabnya. Tapi apa kamu tahu kenapa kok dia bisa sampai terbunuh?
Pada hari bersejarah tersebut, dua percobaan pembunuhan ditujukan kepada Archduke, dan disini peran sopirnya sangat vital. Usaha pertama gagal, terima kasih kepada sopirnya yang berhasil memantulkan bom yang dilempar si pembunuh ke arah kereta Archduke ini. Ledakan ini memakan banyak korban, tapi Archduke dan istrinya selamat.

Sang duke pun berkeinginan untuk menemui para korban, dan ketika sedang dalam perjalanan ke rumah sakit, salah belok yang dilakukan sopir pun mengubah sejarah dunia. Belokan yang diambil ternyata mengarah ke salah seorang pembunuh, Gavrilo Princio, yang sedang bersembunyi di sebuah toko kopi ketika melihat mobilnya berjalan. Princip melontarkan dua tembakan, dan Duke beserta istrinya tewas.

Perang Dunia Pertama pun meletus.

5

D-Day (ketika Jerman kehilangan Normandia) disebabkan karena seorang komandan pergi merayakan ulang tahun istrinya.

Erwin Rommel diperintah oleh Adolf Hitler untuk mempertahankan pantai Perancis. Tapi, perwira ini yakin kalau serangan musuh masih lama, mengingat waktu itu cuaca buruk, tanpa ada aktifitas musuh. Makanya, dia pun pulang ke rumah untuk merayakan ulang tahun istrinya. Para komandan yang lain pun juga yakin kalau cuacanya nggak akan memungkinkan untuk mengadakan invasi, jadi mereka juga pergi untuk ikut sert dalam latihan.

Pada tanggal 6 Juni 1944 (tanggal ultah istrinya), terjadilah serangan, dan ketika Rommel kembali, semua 5 pantai telah direbut oleh tentara sekutu.

Tapi ternyata bukan cuma itu aja penyebabnya.

Tentara Jerman berpikir, kalau mereka bisa ngeluarin Tank Panzer, pasti pertempuran akan berada di pihak mereka. Jadi mereka menghubungi Hitler untuk minta persetujuan. Tapi sang diktator ternyata lagi tidur.

Siapa yang berani bangunin Hitler dari tidurnya. (keepo.me)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here