Jika Tak Didukung PDIP di Pilgub Banten, JB Siap Pakai Parpol Lain

168
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | SERANG  –  PDI Perjuangan banyak diminati, baik internal ataupun luar partai yang berniat memperebutkan kursi Banten 1.  Kader PDIP Mulyadi Jayabaya (JB) juga ikut mendaftar, Rabu (16/3). Tapi, kalau tidak dirokemendasi, ia tak masalah lewat perpol lain.

PDIP sebagai partai pemenang Pemilu memang banyak diminati calon yang ingin ikut bersaing dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten 2017. Salah satunya, Mulyadi Jayabaya, yang notabene mantan Bupati Lebak.

Rabu (16/3), pria yang akrab disapa JB ini menyerahkan kelengkapan berkas penjaringan calon gubernur di kantor DPD PDIP Banten, Jalan Lingkar Selatan, Ciracas, Kota Serang.

Usai menyerahkan berkas, JB mengaku siap melepas PDIP jika pada Pilgub 2017 mendatang tidak memilihnya sebagai wakil partai maju menjadi calon gubernur (Cagub) Banten. Menurutnya, ia akan memprioritaskan mencalonkan disi sebagai cagub demi membangun Banten, terlepas dari partai manapun dukungan itu datang padanya.

“Kalau memang tidak mendapatkan rekomendasi partai (PDIP), saya akan membuka diri untuk didukung partai lain,” ujar JB kepada wartawan.

Saat ini, JB tidak membantah telah melakukan komunikasi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai NasDem. “Saya akan maju dari partai lain kalau partai (PDIP) tidak mendukung saya. Saya akan berjuang untuk rakyat bukan semata untuk partai,” ujarnya.

Belum Bisa Ambil Sikap

Terkait hal ini, Ketua DPD PDIP Banten M Sukira belum bisa mengambil sikap atas JB. Sukira masih menganggap kabar dukungan JB dari Partai NasDem itu menurutnya belum memperlihatkan bukti autentik. “Itu hak seseorang nggak bisa dicegah. Tapi mudah-mudahan itu tidak benar,” ujar Sukira.

Jika benar JB daftar penjaringan calon di partai selain PDIP, Sukira melanjutkan, langkah sanksi akan diberikan oleh pihak Dewan Pimpinan Pusat (DPP). “Itu urusan Ketua Umum. Kalau daftar di partai lain ada bukti tertulis silahkan Ketua Umum yang menentukan,” tegas Sukira.

Menurut dia, hak memutuskan untuk memberhentikan kader partai sepenuhnya ada pada pihak Ketua Umum PDIP. “Itu wewenang Ketua Umum. Silahkan saja, jika benar dan ada bukti otentik tentang itu (pendaftaran JB di partai lain,” pungkasnya.(Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here