Delapan Pedagang di Pasar Tradisional Kedapatan Gunakan Formalin

110
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | PASAR MINGGU  –  Delapan pedagang dari 5 pasar tradisional di Jakarta Selatan positif menggunakan zat pengawet mayat (formalin) pada tahu dan ikan serta zat pemutih (klorin) di beras. Penggunaan bahan tambahan berbahaya dalam jangka panjang berpotensi menyebabkan penyakit kanker maupun penyakit kronis yang mematikan.

“Untuk sementara ini pedagang yang menjual dagangan positif mengandung bahan tambahan pangan berbahaya akan dibina intensif, tapi untuk selanjutnya akan dipolisikan dan menelusuri ke tingkat produsen,” kata Walikota Jaksel, Tri Kurniadi didampingi Kasudin Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (KPKP) Jaksel, Kristrisasi saat monitoring pangan di Pasar Minggu, Rabu (16/3).

Tim pengawasan keamanan terpadu menyambangi lima pasar yakni Pasar Santa, Pasar Minggu, Pasar Buncit, Pasar Mampang Prapatan dan Pasar Lenteng Agung dengan membawa peralatan uji laboratorium mobile. Terhadap pedagang yang nakal, petugas memasang stiker positif ataupun sebaliknya.

Tri mengaku razia bertujuan melindungi konsumen dari mengkonsumsi makanan berbahaya seperti formalin, boraks, rodhamin B, methylen yellow dan residu pestisida.

Kristisasi, Kasudin KPKP Jaksel menambahkan pasca hasil uji laboratorium diketahui ikan kembung positif formalin dari pedagang di Pasar Minggu. Sedangkan tahu berformalin disita dari 3 kios di Pasar Warung Buncit, 2 kios di Pasar Lenteng Agung dan 1 kios di Pasar Santa. Beras mengandung zat pemutih diamankan dari 1 kios di Pasar Lenteng Agung.

“Pengawasan keamanan terpadu akan dilakukan merata di 24 pasar tradisional di Jaksel dan rutin diulang minimal 2 bulan sekali untuk melindungi konsumen,” ujarnya. (Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here