250 Ribu Pekerja Kontrak Pemda DKI Diikutkan ke BPJS Ketenagakerjaan

129
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Sebanyak 250.000 pekerja kontrak perorangan (PKP), didaftarkan sebagai peserta jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan oleh Pemerintah daerah DKI Jakarta.

“Mulai Maret ini, mereka didaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan diikutkan dalam dua program, yaitu Jaminan Kematian dan Jaminan Kecelakaan Kerja,” jelas Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (16/3).

Masuknya ratusan ribu PKP yang bekerja pada Satuan Kerja  Perangkat Daerah (SKPD) ini, lanjut Agus, ditandai dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerjasama antara lima walikota di DKI Jakarta, dengan kantor cabang BPJS Ketenagakerjaan Salemba, Rawamangun, Grogol, Kelapa Gading dan Menara Jamsostek, yang disaksikan langsung  Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok.

Agus menegaskan pentingnya perlindungan kerja bagi PKP Provinsi DKI Jakarta. “Saya harap kerjasama yang dijalin dengan Pemda DKI Jakarta dapat menjadi contoh dan diikuti pemda lainnya,” kata Agus.

Saat ini, lanjut Agus,  250 ribu PKP dari 300 unit SKPD/UKPD serta turunannya di DKI Jakarta memang baru diikutkan dalam JK dan JKK. “Per 2017, mereka juga akan diikutkan dalam program Jaminan Hari Tua,” katanya.

Ahok menambahkan, perlindungan PKP melalui BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sangat penting.  “Ini baru keadilan bukan bantuan.  Jangan hanya cuma dibantu gerobak dan sembako. Itu namanya memelihara kemiskinan,” kata Ahok.

Dengan ikut program BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan, PKP tidak akan cemas lagi saat bekerja. “Karena kalau sakit ada yang mengobati. Kalau meninggal karena kecelakaan kerja atau meninggal biasa, keluarga dapat santunan atau warisan,” ujar Ahok.

Telah Menjalin Kerja Sama

Sebelumnya, pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menjalin kerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam Insgub DKI Jakarta No.288 tahun 2015 tentang perlindungan Kepada Tenaga Kerja pada BPJS Ketenagakerjaan melalui Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu .

“Juga sudah ada kerjasama pendaftaran 18 ribu Pekerja Prasarana Sartana Umum/pasukan oranye dan 13.526 pekerja Petugas Lapangan Dinas Kebersihan non PNS,” jelas Ahok.

Saat ini, jumlah tenaga kerja aktif di DKI Jakarta hingga Februari 2016 sebanyak 3.824.261 dengan jumlah perusahaan aktif mencapai 60.423 perusahaan. Sementara jumlah pekerja formal dan informal yang tercatat di DKI Jakarta mencapai 6,3 juta dan 2,3 juta diantaranya belum terdaftar.

“Sampai saat ini jumlah klaim jaminan di DKI Jakarta sepanjang 2016 mencapai Rp506 miliar dari 35.452 kasus. Kalaim terbesar JHT 34.685 kasus (490,2 miliar), klaim JKK 474 kasus, JKm 239 kasus dan JP 54 kasus,” jelas Agus yang didampingi Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan DKI Jakarta Endro Sucahyono.

Secara nasional, peserta aktif mencapai 19,2 juta pekerja dengan perusahaan aktif 311.552 perusahaan.(Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here