Transaksi Harian di Bursa Capai Rp6,22 Triliun

124
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat rata-rata nilai transaksi harian selama periode 7 Maret 2016 hingga 11 Maret 2016 mencapai Rp6,22 triliun atau tumbuh 8,87 persen dari Rp5,72 triliun di akhir pekan sebelumnya.

Kepala Komunikasi Perusahaan BEI, Dwi Shara Soekarno, mengatakan rata-rata volume transaksi harian juga mengalami kenaikan 4,57 persen dan rata-rata frekuensi harian meningkat 8,58 persen.”Perdagangan pada minggu ke-2 Maret 2016 diwarnai dengan pergerakan IHSG yang cukup fluktuatif, meski berhasil ditutup di zona positif,” ujarnya.

Ditambahkan, berbagai sentimen dari dalam negeri seperti data proyeksi data ekonomi Indonesia yang akan dirilis pada awal Maret 2016 ini memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap pergerakan IHSG. Adapun selama periode 7 Maret 2016 hingga 11 Maret 2016, investor asing mencatatkan jual bersih di pasar saham senilai Rp27 miliar. “Secara tahunan, aliran dana investor asing di pasar saham masih tercatat beli bersih dengan nilai Rp3,76 triliun,” paparnya.

Tahun ini, BEI menargetkan transaksi harian meningkat menjadi Rp7 triliun dibanding tahun ini, rerata Rp6 triliun. Target tersebut tercantum dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2016. Direktur Utama BEI, Tito Sulistio pernah bilang, penetapan itu berdasarkan hasil estimasi data historis selama 2009 hingga 30 September 2015.

Menurut Tito, penetapan asumsi itu juga didukung rencana realisasi sejumlah inisiatif yang diharapkan dapat memberi dampak positif terhadap nilai transaksi, di antaranya perluasan efek margin yang akan memberi variasi instrumen transaksi bagi pelaku pasar. Faktor kedua adalah adanya peningkatan aktivitas transaksi akibat aturan free float. Regulasi ini adalah ketentuan batas saham yang beredar di publik yang harus dipenuhi oleh emiten.

BEI mewajibkan beberapa emiten untuk memenuhi free float minimal 7,5 persen dari total saham yang beredar atau minimal 75 lembar saham. Peraturan ini akan secara efektif berlaku pada Januari 2016. Sementara, dari sisi makro ekonomi, beberapa faktor yang dapat mendukung pencapaian nilai transaksi di 2016 disebutkan, Tito adalah peluncuran paket ekonomi oleh pemerintah.

Paket kebijakan ini diharapkan mampu membawa atmosfer positif terhadap aktivitas investasi di Indonesia.”Pelaksanaan paket ekonomi diperkirakan efisien di 2016 sehingga akan menjadi katalis positif peningkatan aktivitas perekonomian, yang diikuti peningkatan keyakinan investasi dari kalangan investor,” lanjut Tito.

Untuk mencapai target rata-rata transaksi harian pada 2016, BEI menyiapkan strategi. Strategi ini difokuskan pada empat area pengembangan BEI. Pertama, BEI menambah jumlah emiten. Target emiten baru di tahun depan adalah 35 perusahaan. Sedangkan, sebanyak 60 emiten ditargetkan melakukan pencatatan tambahan (rights issue).

Fokus kedua yakni melalui penguatan peran dari anggota bursa (AB). Peningkatan peran AB akan berdampak pada peningkatan optimalisasi kegiatan di pasar modal. Fokus ketiga adalah peningkatan jumlah investor. BEI juga menyiapkan serangkaian program sosialisasi. Selain untuk menjaring investor baru, sosialisasi juga bertujuan agar partisipasi investor dapat lebih optimal.

Fokus terakhir yaitu pihak bursa akan menyempurnakan reputasi BEI. Ini dilakukan melalui penguatan fungsi komunikasi dan optimalisasi keberadaan 19 kantor perwakilan BEI dan 142 galeri investasi di Indonesia. “Hal ini juga akan dicapai lewat peningkatan layanannya,” jelas Tito.(okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here