Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Gadis Cantik di Samarinda, Warga Teriaki Pelaku

174
0
SHARE

BHARATANEWS.ID ¬†Mulyadi Azis alias Adi (37) bersama temannya Rizal alias Kiki (36) mendadak jadi “artis” saat kepolisian menggelar rekonstruksi di tempat kejadian perkara perampokan disertai pembunuhan gadis cantik di Jalan Srikaya RT 11 Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa pagi 15 Maret 2016.

Keduanya merupakan tersangka pembunuhan terhadap Lidwina Niga Absari (27), seorang pegawai travel biro di Samarinda pada 19 Februari 2016 lalu.

Sejumlah warga tampak meneriaki pelaku dengan umpatan dan makian akibat perbuatan pelaku yang kejam terhadap korbannya. Meski belasan petugas bersenjata lengkap mengawal dua pelaku yang akan menjalani rekonstruksi di tkp atau rumah milik orang tua Win, warga yang jengkel tetap berteriak dan mengumpat pelaku dengan kata-kata pembunuh.

Warga sengaja menunggu rekontruksi ini sejak Selasa pagi, meski polisi memagari sekeliling lokasi dan sebagian kegiatan rekonstruksi dilakukan di dalam rumah, namun warga tetap antusias untuk menyaksikan kegiatan di rumah berlantai dua itu.

Pelaku yang tinggal di rumah milik orang tua pelaku yang berada tepat disamping rumah korbannya tak henti-hentinya diteriaki oleh warga. Bahkan, tak sedikit yang mengutuk atas perbuatannya meski pelaku sudah menerima hadiah timah panas petugas akibat berupaya menyerang petugas saat akan ditangkap.

Mulyadi ditangkap petugas kepolisian 4 hari setelah pembunuhan yang dilakukannya di rumah korban. Berdasarkan olah tkp, pelaku masuk ke dalam rumah korban melalui jendela rumah pelaku dan masuk ke lantai dua rumah korban yang memang masih dalam tahap renovasi.

Namun apes, saat berada di lantai dua, aksi pelaku dipergoki korban. Pelaku yang kalap langsung mengejar korban dan membunuhnya.

Kepada petugas, pelaku mengaku menyesal. Pelaku melakukan pencurian karena terdesak ingin menyusul sang istri di Makassar, Sulawesi Selatan.

Usai membunuh, pelaku mengambil sebuah hp (hand phone) merk Xiomi-4 dan satu unit sepeda motor merk Honda Beat warna merah.

Sementara itu Sri, orang tua korban, mengaku banyak sekali kejanggalan dalam keterangan pelaku kepada polisi.

“Mungkin pembunuhan dan pencurian ini direncanakan oleh pelaku,” ujar Sri.

Berdasarkan pemeriksaan pelaku terancam hukuman seumur hidup. Keterangan dari Kanit Jatrantas Polresta Samarinda, Ipda Yusuf, pelaku telah dengan kejam membunuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan, pelaku dengan kejam membunuh korbannya,” ujar Ipda Yusuf.

Polisi menyatakan, kedua pelaku terancam hukuman seumur hidup karena bersama-sama melanggar pasal 339 KUHP tentang perbuatan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang, jo 365 KUHP tentang perbuatan mengambil dan menguasai barang milik orang lain dengan kekerasan.(kliksamarinda.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here