Kapolda Tito: Kebakaran RSAL Mintohardjo Bisa Saja Dipicu Korek Api Gas

135
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA  – Polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di RSAL Mintohardjo. Pemeriksaan itu untuk mengetahui penyebab kebakaran yang menewaskan empat orang.

Kebakaran itu terjadi di ruang tabung chamber Pulau Miangas di Gedung Ruang Udara Bertekanan Tinggi Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Mintohardjo. Empat korban tewas adalah mantan Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol (Pur) Abubakar Nataprawira, besan Abubakar, yakni Edi dan anaknya, dr Dimas serta Sulistyo, Ketua PGHRI dan anggota DPD.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Tito Karnavian, mengatakan kabakaran di ruangan itu terjadi karena chamber untuk terapi oksigen hiperbarik bertekanan tinggi dan menimbulkan oksigen di dalamnya. “Saat terjadi kebakaran, empat orang di ruang itu terjebak di dalam,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (14/3/2016).

Ia menganalogikakan dengan panci presto. Katanya, ada tekanan tinggi dalam panci lalu oksigennya keluar karena ada pemicunya. “(Pemicu) bisa pemantik ap. Ada oksigen sehingga percikan tercetus,” jelasnya. “Bila ada oksigen akan menjadi rawan bila ada percikan api.”

Keadaan seperti itu, sambungnya, membuat korban dalam ruangan bertekanan tinggi menjadi terjebak. “Kalau ruangan dibuka juga berbahaya, karena kalau dibuka dalam tekanan tinggi lalu tiba-tiba udara normal maka ini akan terjadi dekompresi dan itu membahayakan,” sambungnya.

Saat ini, lanjut kapolda, tim puslabfor masih memeriksa untuk mencari tahu penyebab kebakaran. “Apakah faktor korslet atau faktor lain seperti barang yang dibawa yang berpotensi membuat ledakan tinggi semisal korek api gas,” katanya.

Mengenai kemungkinan kelalaian petugas di ruang itu yang tak memeriksa bawaan pengunjung, Kapolda mengatakan bisa saja hal itu terjadi.

“Idealnya seperti itu (petugas memeriksa pengunjung), tapi ini ruang VVIP mungkin (petugas) segan, bisa juga yang lalai korbannya,” katanya.

Meski begitu, Irjen Tito tak mau berkesimpulan. “Jadi, bisa jadi ada kelalaian, bisa juga kecelakaan. Saya belum berani ambil kesimpulan, jangan saya digiring harus ambil kesimpulan. Labfor sedang bekerja,” katanya.(Pos Kota)