Kondisi Atap Bangunan Sdn Dewi Sartika/Smp Pgri7 Dan Perwira Lapuk

105
0
SHARE

BHARATANEWS.ID – Kondisi bangunan SDN Dewi Sartika/Smp Pgri7  dan SDN Perwira di Jalan Martadinata, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, memprihatinkan. Bahkan, orang tua siswa khawatir akan keselamatan jiwa anaknya. Terutama pada saat berlangsungnya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Sebab, balok kuda-kuda dan kayu dudukan genteng sudah lapuk dan keropos.
”Kami merasa waswas dengan kondisi atap bangunan SDN Dewi Sartika ini. Kayu dan kuda-kudanya sudah lapuk dan patah. Apalagi sekarang ini Kota Bogor terus diguyur hujan deras disertai angin kencang. Tak tertutup kemungkinan akan ambruk,” kata sejumlah orang tua siswa SDN Dewi Sartika, seorang di antaranya mengaku bernama Asep (40) warga Cibogor.
Menurut dia, kerusakan pada bagian atap bangunan sekolah tersebut sudah beberapa kali dilaporkan. Bahkan, pada tahun lalu terdengar bahwa sekolah itu akan diperbaiki melalui APBD. Namun, entah kenapa hingga kini bangu­nan SDN Dewi Sartika/Smp pgri7 ini tak kunjung direhab. ”Apa harus menunggu korban jiwa atau roboh dulu, baru bangunan sekolah ini diperbaiki. Jadi, kalau hal itu terjadi, siapa yang harus bertanggung jawab. Nggak mungkin pengelola pendidikan. Karena pada tahun sebelumnya sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor,” kata Asep.
Ternyata, apa yang dikatakan Asep dibenarkan sejumlah guru di sekolah tersebut. Mereka mengaku, kerusakan atap bangunan sekolah itu sudah dilaporkan ke Bidang Sarana Prasarana Disdik. ”Kami tidak tahu pak, kapan atap bangunan sekolah ini akan diperbaiki. Karena itu urusan dinas,” papar para guru di SDN Dewi Sartika yang minta namanya tidak ditulis.
Kerusakan yang sama juga terjadi di SDN Perwira. Kayu atap bangunannya juga sudah keropos. Bahkan sudah ada yang patah-patah sehingga air hujan masuk ke dalam ruang kelas. Kerusakan sekolah itu sudah dilaporkan ke Dinas Pendidikan Kota Bogor, namun hingga kini belum ada kepastian, apakah sekolah Inklusi ini akan diperbaiki. Sebab, harus ada izin dari Komandan Resor Militer (Danrem) 061 Surya Kencana, mengingat tanah sekolah itu milik TNI-AD. ”Orang Disdik sudah melihat dan mengecek kondisi sekolah ini tapi belum bisa dipastikan. Karena tanahnya milik Korem 061 Surya Kencana. Jadi, kalau mau direhab, terlebih dahulu kami harus minta izin ke pemilik tanah (Danrem 061, red),” ujar Kepala SDN Perwira, Neneng Sumiati kepada Metropolitan.
Sayangnya, ketika hal itu hendak dikonfirmasi pada Jumat lalu, Kepala Seksi Sarana Prasarana (Sarpras) Pendidikan Dasar, Bidang Sarpras, Irfah, tidak ada di ruang kerjanya. (harianmetropolitan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here