Alasan Iuran BPJS Kesehatan Naik

133
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Pada tahun lalu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatatkan defisit hingga Rp5 triliun. Tahun ini, BPJS Kesehatan bahkan diprediksikan akan mengelami kerugian hingga Rp10 triliun apabila tak kunjung mengubah skema pembiayaan. Hal ini diutarakan oleh Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Budi Hidayat dalam rapat kerja dengan Komisi IX pada Senin (7/3/2016).

Kini, iuran BPJS akhirnya diputuskan akan mengalami kenaikan. Kenaikan ini efektif berlaku untuk iuran mandiri per 1 April 2016 mendatang. Pada masyarakat yang menggunakan program kelas I, iuran mengalami kenaikan sebesar Rp20.500 menjadi Rp.80.000. Kenaikan iuran juga dikenai pada program kelas II yang naik Rp8.500 menjadi Rp.51.000. Sedangkan pada kelas III, iuran mengalami kenaikan Rp4.500 menjadi Rp30.000.

Menurut Kepala Humas BPJS Kesehatan Irfan Humaidi, salah satu penyebab kenaikan ini adalah untuk mencegah terjadinya defisit (miss match) seperti yang terjadi pada tahun lalu. Sehingga, upaya ini diharapkan dapat mengurangi beban anggaran negara yang selama ini menanggung kerugian BPJS Kesehatan.

“Intinya penyesuaian untuk mengurangi potensi miss match,” kata Irvan kepada Okezone.

Namun, lanjutnya, kenaikan tarif ini telah sesuai dengan regulasi mengenai penetapan besaran iuran sejak tahun 2014. Pasalnya, pada awal program BPJS tahun 2014 lalu, pemerintah menilai masih terlalu berat bagi masyarakat apabila dalam biaya iuran yang dibebankan terlalu tinggi. Sehingga, akan dilakukan kenaikan secara bertahap sesuai kondisi perekonomian masyarakat.

“Sebelum BPJS bergulir kan sudah butuh penyesuaian. Nah menurut perundang-undangan yang berlaku pun maksimal 2 tahun itu penyesuaian. Itu kan dievaluasi berapa biaya riilnya selama 2014 dihitung,” jelasnya.

Meskipun mengalami kenaikan iuran, pemerintah tetap akan melakukan cover apabila BPJS Kesehatan kembali mengalami defisit. Hal ini masih akan dilakukan untuk menghindari kolapsnya BPJS Kesehatan akibat kerugian yang berpotensi terjadi hingga triliunan Rupiah.

“Tapi pemerintah punya komitmen, kalau memang miss match tetap akan ditutupi oleh anggaran,” tandasnya.(okezone.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here