Sejumlah Tokoh Hadiri Peringatan 50 tahun Supersemar di UMB

127
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Sejumlah tokoh menghadiri Peringatan 50 Tahun Supersemar, di Menara Universitas Mercu Buana (UMB), Jakarta Barat, Jumat (11/3).

Supersemar diterbitkan pada tanggal  11 Maret tahun 1966 yang ditandatangani  Presiden Soekarno, maka Letnan Jenderal Soeharto sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) pada waktu itu segera bertindak cepat untuk memulihkan keamanan dan ketertiban di Indonesia.

Mereka yang hadir antara lain Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 yang juga mantan Panglima ABRI Jendral TNI Purnawirawan H. Try Soetrisno, mantan Menteri Agama H. Muhammad Maftuh Basyuni, Fahmi Idris mantan Menteri Tenaga Kerja dan mantan Menteri Perindustrian serta mantan Menteri Tenaga Kerja & Transmigrasi, dan lainnya, termasuk hadir pula Rektor Universitas Mercu Buana Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho MM.

Try Soetrisno dalam kuliah umumnya dalam peringatan Supersemar tersebut,  mengatakan, tanpa Supersemar, Negara Kesatuan Republik Indonesia tidak akan berdiri kokoh seperti saat sekarang.
“Supersemar merupakan tonggak yang sangat penting bagi sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia, tanpa Supersemar maka NKRI, Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 tidak akan tegak dan kokoh berdiri seperti saat sekarang ini” terang Try.

Sedangkan Rektor UMB, Arissetyanto Nugroho menegaskan Supersemar merupakan payung hukum yang fundamental bagi tegaknya Indonesia. Karena melalui Supersemar inilah awal sikap politik Indonesia semakin tampak, menolak ideologi komunisme hidup bumi pertiwi.

Menurutnya sikap politik tersebut terlihat pada ditetapkannya Supersemar  sebagai Ketetapan MPRS No.IX/MPRS/ Tahun 1966. Berbekal Ketetapan MPRS No.IX Tahun 1966 itulah perjuangan melawan segala bentuk ideologi Komunisme bergulir. Bahkan menjadikan komunisme sebagai bahaya laten yang dapat kembali hadir di bumi pertiwi.

Ia mengatakan perlu menjadi pemahaman bersama, bahwa rangkaian perlawanan terhadap komunisme  bukan hanya pada wujud pergolokan fisik saja, tetapi juga pertarungan politik yang sangat hebat, sehingga menjadikan  Supersemar sebagai Ketetapan MPRS adalah prestasi pertarungan ideologi yang luar biasa.(poskotanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here