Polisi: Pemilik Akui Campurkan Pemutih Pakaian ke Lada dan Ketumbar

139
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Subdirektorat Industri dan Perdagangan (Indag) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, intensif memeriksa E, 44, pemilik gudang  pengolahan lada dan ketumbar padai pemutih pakaian yang baru digerebeg. Zat kimia pemutih itu sangat berbahaya untuk kesehatan.

Kasubdit Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Agung Marlianto mengatakan, gudang itu sendiri berlokasi di pergudangan Kosambi Permai, Kosambi, Tangerang, dan dari pekerjaan ini mampu meraup omset 100 juta per bulan.

Dari hasil pemeriksaan, lanjutnya, tersangka E mengaku mencampurkan dua zat kimia berbahaya berupa Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Sodium Bicarbonate (NaHCO3) agar  lada dan ketumbar tidak berjamur.

“Kalau Hidrogen Peroksida sering digunakan untuk anti jamur, pemutih gigi, pemutih pakaian, atau untuk industri pembuatan senyawa roket. Senyawa tersebut tidak boleh sama sekali digunakan untuk tambahan pangan. Namun, Sodium Bicarbonate itu masih boleh tapi ada ambang batasnya 0,03. Di atas itu dikhawatirkan akan membahayakan bagi kesehatan masyarakat,” jelasnya

Tersangka E mendapatkan bahan baku lada tersebut dari Sumatera dan Sulawesi. Kemudian  diolah digudangnya dengan mencampur bahan kimia untuk peningkatan nilai, dan kemudian dipasarkan di daerah Jabodetabek, Jawa Barat, Banten, Lampung dan Jawa Tengah.

Mengolah dan Mengedarkan

Agung mengatakan, pihaknya menggeledah gudang UD MMJ, sekitar pukul 14.00 WIB, pada 15 Februari 2016 lalu. Saat digeledah polisi menemukan kegiatan mengolah, mengedarkan, memasarkan hasil perkebunan berupa ketumbar dan lada yang dicampur zat kimia Hidrogen Peroksida (H2O2) dan Sodium Bicarbonate (NaHCO3).

Dalam aksinya, tersangka mencampurkan 500 kg lada bahan -lada kualitas rendah- dengan 8 ons zat Sodium Bicarbonate, kemudian diaduk hingga merata lalu dicampur 20 kg Hidrogen Peroksida. Selanjutnya, didiamkan selama 2 hari. “Lada yang didiamkan itu dikipasi sehingga kotoran dan debu hilang. Selanjutnya di kemas ke dalam karung ukuran 25 kg, kemudian siap diedarkan.

Ia menyampaikan, harga jual ketumbar senilai Rp 12 ribu per kilogram, harga jual lada super seharga Rp 110 ribu per kilogram dan harga jual lada KW2 Rp 105 ribu per kilogram.Akibat perbuatannya, tersangka E dijerat Pasal 110 UU RI No. 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan, dengan ancaman pidana di atas 5 tahun penjara dan denda Rp 5 miliar.(poskotanews.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here