Pak Guru Minta Maaf, Menteri Yuddy Cabut Laporan

94
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Guru honerer, Mashudi, yang ditangkap karena mengancam Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteripan RB) Yuddy Chrisnandi akhirnya bisa bernapas lega. Pasalnya, lewat sekretaris pribadinya Reza Fahlevi, Yuddy mencabut laporan kasus tersebut di Ditektorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

“Pak Menpan sebagai pejabat tinggi negara telah memaafkan apa yang dilakukan Mashudi. Jadi saya datang ke sini ditugaskan untuk mencabut apa yang saya laporkan,” ujar Reza, Kamis (10/3/2016).

Menurutnya, alasan pencabutan laporan karena Mashudi melalui mantan Menteri Pertanian Siswono, telah mengirimkan permohonan permintaan maaf secara tertulis melalui surat dan video. “Itu sudah ditunjukkan kepada Pak Menpan di kantor,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Krimsus Polda Metro Jaya, Kombes Mujiyono, mengatakan polisi sebelumnya menangkap guru Mashudi di Brebes, Jawa Tengah.

“Namun, hari ini antara pelapor dan terlapor ada perdamaian. Pelapor mencabut laporan, dan terlapor mengajukan permohonan penangguhan. Ini sangat bagus ada perdamaian,” katanya.

Menyoal apakah akan menghentikan penyidikan, Mujiyono mengatakan akan mempertimbangkannya. Namun, yang pasti penyidik akan mengabulkan penangguhan penahanan terhadap tersangka. “Tentunya penyidik akan pertimbangkan. Kalau penangguhan dikabulkan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Menpan RB Yuddi Chrisnandi melalui sekretaris pribadinya Reza Fahlevi membuat laporan polisi bernomor LP/942/II/2016/PMJ tertanggal 28 Februari 2016 lalu, terkait adanya ancaman melalui SMS. Mashudi, guru honorer di SMAN 1 Ketanggung Brebes, Jawa Tengah, mengirimkan pesan berisi ancaman melalui SMS kepada korban menggunakan nomor 085842093206/087730837371, berkali-kali sejak bulan Desember 2015 sampai Februari 2016.

Pelaku diduga melayangkan ancaman itu karena kesal karena korban membatalkan rencana mengangkat guru honorer menjadi guru tetap.(Pos Kota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here