Kantor Kejari Bogor Dilempari Telur Busuk

159
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR  –  Sudah setahun kasus dugaan mark up pengadaan lahan Pasar Warung Jambu yang menelan anggaran APBD 2014 sebesar Rp43,1 miliar yang ditagani Kejari Bogor belum juga  dibawa ke meja hijau. Hal ini membuat kesal Gerakan Mahasiswa Anti Korupsi (GEMAK) yang  menggelar demo di Kantor Kejari Bogor, Kamis (10/03/2016).

Aksi mereka dilakukan dengan melemparkan telur busuk ke Kantor Kejari dan membakar ban bekas. Sejumlah petugas Polres Bogor Kota berusaha memadamkan kobaran api dan minta pendemo menyampaikan aspirasi lebih tertib. Permintaan ini  dituruti pendemo yang kemudian membentangkan berbagai poster di pagar Kantor Kejari Bogor lalu  berteriak-teriak menyampaikan aspirasinya.

“Kejari Bogor melempen. Sudah setahun kasus ini ditangani tapi belum juga dibawa ke pengadilan. Ada apap ini?”  ujar Egi Hendrawan, koordinator demo. Menurutnya, Kejari Bogor segera melimpahkan kasus dugaan mark up pengadaan lahan pasar Warung Jambu seluas 7.302 meter persegi yang menelan dana APBD Perubahan 2014 senilai Rp43,1 miliar ke Pengadilan Tipikor.

Belum dilimpahkannya kasus yang dikenal kasus Angkahong ini, lanjut Egi, diduga adana intervensi dari berbagai pihak. “Nah, biar tak dugaan negatif, seharusnya segera dilimphkan ke pengadilan, sebab sudah ada tersangkanya,” ujarnya. Meksi sudah ada tersangkanya, tapi Kejari Bogor juga belum menahan.

“Apalagi mengungkap peran serta  Walikota dan Wakil Walikota, Sekda serta  anggota Badan Anggaran  DPRD Kota Bogor dalam kasus pengadaan lahan untuk relokasi PKL ini,” terangnya.  Usai menyampaikan apsirasi, para pendemo membubarkan diri dan tak satu pun pihak Kejari Bogor yang menemui pendemo, hanya belasan polisi yang berjaga-jaga.(Pos Kota)