Pendidikan usia dini hadapi delapan persoalan

126
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | Jakarta  – Pengurus Himpunan Pendidik Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) mengidentifikasi terdapat delapan persoalan yang dihadapi sistem Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketua Umum Himpaudi Netti Herawati menyebutkan persoalan pertama tingkat pendidikan pengajar PAUD yang berpredikat Sarjana Strata Satu (S1) mencapai 23,06 persen.”Padahal menurut Standar Nasional Pendidikan seharusnya guru PAUD formal maupun non formal minimal S1 PAUD, Psikologi atau Kependidikan,” kata Netty melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Persoalan kedua, kualitas program dan lembaga PAUD yang masih belum optimal karena tercatat sepertiga anak usia 3-6 tahun belum mendapatkan layanan PAUD.

Hal lain keterlibatan keluarga maupun orang tua yang belum mendukung dan sejalan dengan program lembaga PAUD yang membangun pondasi bangsa dalam menumbuhkembangkan anak.

Netty menyatakan program pembelajaran PAUD juga lebih mengedepankan cara tulis dan berhitung (Calistung) padahal seharusnya menekankan terhadap pembangunan sikap.

Identifikasi permasalahan lain yakni investasi pendidikan, gizi dan status pengajar PAUD non formal yang masih dianggap bukan guru.

Netty menegaskan Himpaudi berupaya mengatasi persoalan itu dengan segala tantangan internal maupun eksternal Undang-Undang tentang Guru dan Dosen.

Guna menunjang upaya mengatasi persoalan PAUD, Himpaudi telah membentuk pengurus pada seluruh provinsi, 92 persen tingkat kabupaten/kota dan 72 persen tingkat kecamatan.

PAUD juga berperan sebagai agen penggerak program Gerakan Nasional PAUD berkualitas, Gerakan Pendidikan Keluarga dan Gerakan Pembelajaran Aku Anak Jujur dengan dasar Gerakan Satu Hati, Satu Dedikasi dan Satu Aksi.(ANTARA News)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here