Karaoke di Depok Dirazia

114
SHARE

BHARATANEWS.ID  |  DEPOK  –  Aparat gabungan Satpol PP Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, Polresta Depok, dan dibantu Polisi Militer (PM) melakukan razia besar-besaran tempat-tempat karaoke yang ada di Kota Depok, Sabtu (5/3), pukul 22.00 WIB. Razia dilakukan sebagai tindak lanjut kasus mobil Jazz yang terjun dari area parkir Depok Town Square (Detos) sehingga menewaskan dua orang.

Razia dengan mengerahkan 100 personel aparat gabungan tersebut dilakukan hingga Ahad (6/3), pukul 02.00 WIB. “Sasaran utama razia minuman keras (miras), peredaran narkoba, dan kegiatan prostitusi,” ujar Kapolresta Depok Kombes Pol Dwiyono di Mapolresta Depok, Ahad (6/3).

Selain itu, lanjut Dwiyono, razia juga dilakukan sebagai langkah Operasi Cipta Kondisi yang dicanangkan Polri untuk menciptakan rasa aman bagi aktivitas masyarakat. “Razia juga dalam rangka pengamanan pelaksanaan KTT OKI yang akan berlangsung di Jakarta,” jelasnya.

Fokus razia aparat gabungan, yakni di dua tempat karaoke keluarga Venus yang ada di Detos dan Venus Cibubur Depok. Di kedua tempat karaoke itu, petugas tidak menemukan penjualan miras dan wanita-wanita pendamping lagu (PL). Petugas akhirnya memeriksa satu per satu identitas pengunjung yang sedang berkaraoke.

Razia juga dilakukan di tempat karaoke Inul Vista di Mall Depok, Nav di Margo City, dan Diva Cinere. “Kami melarang pengelola karaoke menjual miras, menyiapkan wanita pemandu lagu, dan menutup aktivitasnya sesuai aturan, yakni pukul 24.00 WIB. Bagi yang melanggar, akan kami tindak tegas penyegelan sementara hingga penutupan permanen,” jelas Kasatpol PP Pemkot Depok Nina Suzana.

Nina mengatakan, dalam razia kali ini, petugas tidak menemukan penjualan miras di tempat-tempat karaoke itu. “Sepertinya mereka sudah tahu akan ada razia. Tapi, pada waktu-waktu tertentu, kami akan razia lagi pada malam-malam yang berbeda setiap minggunya,” katanya.

Sebelum melakukan razia, lanjut Nina, pihaknya akan membentuk tim untuk melakukan investigasi terlebih dahulu. “Ya dalam satu minggu, kita ada program satu malam akan melakukan razia miras dan kegiatan prostitusi di tempat-tempat hiburan karaoke, kafe, dan hotel,” ucapnya.

Nina mengakui, razia miras dan kegiatan prostitusi akan gencar dilakukan di Kota Depok sesuai dengan program Pemerintah Kota Depok, yakni menciptakan kota yang nyaman, berpendidikan, dan religius. “Wali Kota Depok sudah menginstruksikan untuk menindak tegas dan tanpa kompromi memberantas miras, peredaran narkoba, dan kegiatan prostitusi,” ujarnya.

Terkait karaoke Venus yang diduga menjual miras dan menyediakan fasilitas wanita pemandu lagu, Nina menegaskan, pihaknya sudah melakukan rapat koordinasi dengan dinas terkait lainnya dan pihak Polres Depok untuk mengambil langkah memberikan sanksi atau penindakan penutupan secara permanen. “Kita tunggu keputusannya. Sabar, kalau terbukti, pasti ada sanksi,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, mobil Honda Jazz merah bernomor polisi B 1485 EMH terjun bebas dari area parkir Detos, Rabu (2/3), pukul 02.30 WIB. Dua orang tewas seketika, yakni pengunjung karaoke Venus, Muhammad Ubaidilah (27 tahun), dan wanita pemandu lagu, Dessy Khanti Hastuti (22). Polisi memastikan kedua korban tewas dalam pengaruh miras seusai berkaraoke di Venus Detos, Jalan Margonda, Depok. Di dalam mobil yang sudah dalam keadaan rusak parah juga ditemukan empat butir obat penenang dan dua bungkus kondom.

Sementara, sejumlah elemen organisasi masyarakat, di antaranya, FPI, Aliansi Masyarakat Depok Bersatu (AMDB), dan Satgas Pemantau Perizinan Depok (SP2D), mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Depok segera mencabut izin operasional dan menutup karaoke Venus secara permanen, baik Venus yang ada di Detos maupun Venus yang ada di Cibubur Depok.

”Jangan ada pembiaran, karaoke Venus dari dulu sudah melanggar aturan dengan menjual minuman keras dan kami minta ditutup,” kata Ketua FPI Depok Habib Idrus Al Gadri, Ahad.

Menurut Habib, jika Venus tidak ditutup, pihaknya yang akan menutup secara paksa. ”Kalau Pemkot Depok tidak mampu, kami yang akan tutup Venus. Kami akan melakukan aksi demo untuk mendesak agar Venus diusir dari Depok,” jelas dia.(republika.co.id)