Apa Kata MUI Soal Gerhana Matahari Total?

132
SHARE

BHARATANEWS.ID | BANDUNG – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’aruf Amin meminta umat Islam tidak menafsirkan peristiwa gerhana matahari total(GMT) di sejumlah daerah di tanah air sebagai hal mistik.

Menurutnya, gerhana matahari total merupakan salah satu tanda kebesaran Tuhan yang bisa dijelaskan secara ilmu pengetahuan melalui astronomi.

“Seperti dalam hadis Rasulullah SAW, gerhana bukan karena ada matinya seseorang. Ini tanda-tanda alam, tanda kebesaran Tuhan. Jangan dikaitkan dengan yang mistik,” katanya saat dihubungi  JPNN.com di Jakarta. Minggu (6/3).

Sejumlah daerah di Indonesia akan mengalami gerhana matahari total  pada 9 Maret yang akan datang. Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebelumnya telah mengimbau masyarakat melaksanakan salat gerhana pada 9 Maret nanti.

Sedangkan pengurus MUI di daerah-daerah yang mengalami gerhana matahari total juga sudah mengeluarkan imbauan tentang salat gerhana. Bagaimana dengan MUI Pusat?

“Itu imbauan MUI di daerah saja, yang memang di sana terjadi gerhana matahari total. Memang disunahkan salat gerhana,” tambahnya. (fat/jpnn/jabar.pojoksatu.id)