Tak Diberi Uang, Pria di Kabupaten Bogor Malah Ngamuk

121
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Setelah sempat dikabarkan dipasung, akhirnya Resa Adi Wijaya (37) dibawa petugas Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bogor ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan.

Pria yang tinggal di RT 03/13, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong itu diduga mengalami gangguan kejiwaan.

“Tidak dipasung, tetapi memang petugas Puskesmas, Dinsosnakertrans serta petugas Rumah Sakit Marzoeki Mahdi datang kerumah Kamis (03/02/2016), dan menanyakan tentang pemasungan,” ujar ibunda Resa, Aas Kuswati (63) kepada Radar Bogor, Jumat (04/03/2016).

Meski tidak ada pemasungan, Aas mengakui jika sejak lima tahun terakhir anak keduanya tersebut mengalami gangguan kejiwaan.

Sebelum dibawa petugas, Resa pernah mendapatkan pengobatan di RS Marzoeki Mahdi tahun 2013. Tetapi anak keduanya tersebut tidak mau minum obat hingga akhirnya pulang kembali.

“Saat itu pernah marah besar, saya lapor ke Dinsos, saya terus berupaya agar anak saya dapat berobat agar mendapatkan penanganan, walaupun tanpa biaya, tapi sudah lama sekarang pulang kerumah,” tutur Aas.

Sehari-harinya jika tidak sedang kambuh, aktivitas sebenar Rasa seperti biasa. Mulai dari solat hingga mengaji di masjid tak jauh dari rumah.

Bahkan, dengan para tetangga juga menyapa dan tak jarang membantu anak-anak jika ada yang jatuh dan membutuhkan bantuan.

“Tidak mengganggu tetangga, hanya ke saya saja melawannya,” ucap Aas.

Tetapi jika sedang kambuh, semua benda-benda yang berada di dalam rumah dirusak dan dikeluarkan.

“Dulu itu bisa ngusir saya bahkan, sampai saya diaduin ke teralis jendela sampai tv dan lemari berada diluar, tetapi sekarang hanya ngacak-ngacak perabotan rumah,” tutur Aas.

Sebelum mengalami gangguan kejiwaan, Resa sebenarnya menempuh pendidikan SMA hingga lulus dan bahkan sudah pernah bekerja dibeberapa perusahaan swasta.

“Sewaktu SMA juga bergaul aktif, tak ada yang aneh,” ungkap Aas.

Hanya saja, dirinya pernah aktif dalam salah satu kelompok.

“Biasanya kalau meminta uang tidak dikasih marah, kalau lagi stabil mintanya sekali tetapi kalau lagi tidak stabil bisa berkali-kali untuk membeli rokok dan kopi, saya uang dari mana,” ujar Aas yang bekerja sebagai tukang urut tersebut.

Aas mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan dari pemerintah yang membebaskan anaknya dari biaya pengobatan.

“Alhamdulillah ada perhatian, saya berharap anak saya sembuh setelah mendapatkan pengobatan, rencananya jika sudah keluar dari rumah sakit, jika ada uang mau bawa ke Pasar Rebo, penampungan untuk orang depresi,” tutur Aas.

Sementara itu, Lurah Sukahati, Haerudin mengatakan, warganya tersebut sudah dibantu dalam pengurusan BPJS.

“Kemarin kader sudah bantu, saya belum kesana tetapi Insya Allah akan jenguk, saya koordinasi ke Camat dahulu,” ujar Haerudin.

(ded/pojoksatu.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here