Green Campus Matikan Pencaharian Warga

119
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | DRAMAGA – Ratusan tukang ojek atau ojeker yang biasa mangkal di kawasan Institut Pertanian Bogor (IPB), Kecamatan Dramaga, kehilangan mata pencaharian. Sebab, perguruan tinggi yang berlokasi di Desa Babakan, Kecamatan Dramaga itu melarang tukang ojek beroperasi di kawasan kampus lewat Program Green Campus.

Seorang warga Carangpulang, Desa Cikarawang, Asep Alam mengaku kecewa dengan program tersebut. Sudah puluhan tahun ia biasa melayani mahasiswa dan dosen yang membutuhkan jasa ojek. Namun, saat ini manajemen IPB melarang transportasi rakyat itu beroperasi di kawasannya dengan alasan mencemari lingkungan kampus. “Surat larangan beroperasi yang diberikan pihak kampus, tentu sangat memberatkan hidup tukang ojek,” ujarnya.

Meski sudah ditawari pekerjaan lain sebagai tukang kebun, ia mengaku jika penghasilannya tidak mencukupi lantaran hanya Rp750.000 per bulan. Praktis, ia dan ojeker lainnya berbondong-bondong menolak kebijakan manajemen yang dianggap tidak manusiawi itu. “Kalau kami nggak ngojek, bagaimana kami bisa menafkahi anak dan istri?” tuturnya.

Sementara itu, seorang mahasiswa IPB, M Rizal, merasa kebijakan rektornya tidak berpihak pada masyarakat kecil. Padahal, selama ini keberadaan ojeker sangat membantu mahasiswa dan dosen. “Saya pikir larangan terhadap tukang ojek bukan solusi tepat untuk mengoptimalkan Program Green Campus,” kritiknya. (ads/c/feb/py/metropolitan.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here