IPB Ikut Kompetisi Diplomasi PBB Di Jenewa

126
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Delegasi Institut Pertanian Bogor (IPB) bertolak ke Jenewa untuk berdiplomasi di ajang kompetisi tingkat dunia simulasi sidang PBB (Model United Nations), Rabu (3/3/2016).

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini IPB mengirimkan delegasinya untuk berpartisipasi dalam Geneva International Model United Nations (GIMUN) 2016 yang diselenggarakan di United Nations Office in Geneva (UNOG), Jenewa, Swiss.

Ketua Delegasi, Denny Aprilio Pratama, mengatakan GIMUN merupakan kompetisi tahunan simulasi sidang PBB yang diselenggarakan atas kerja sama antara University of Geneva dan Graduate Institute for International and Development Studies in Geneva, Switzerland.

“Sebanyak 250 peserta yang terpilih dari lebih dari 50 negara akan berkompetisi dalam lima hari sesi konferensi yang akan membahas berbagai isu global,” ujarnya, Kamis (3/3/2016).

GIMUN juga mengadakan berbagai aktivitas sosial guna meningkatkan pengalaman peserta dalam interaksi dan sosialisasi lintas budaya.

Delegasi IPB terdiri dari enam mahasiswa S1, yaitu Denny Aprilio Pratama (Departemen Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam – FMIPA), Charlie Sanjaya (Departemen Agribisnis, Fakultas Ekonomi dan Manajemen – FEM), Olivia Mellyana Tjiptoputri (Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian – Fateta), Chiara Nadya Tanudjaja (Departemen Teknologi Industri Pertanian, Fateta), Dairul Fuhron (Departemen Statistika, FMIPA), dan Muhammad Murtadha Ramadhan (Departemen Ilmu Komputer, FMIPA).

Menurutnya, keenam mahasiswa tersebut tergabung dalam Unit Kegiatan mahasiswa (UKM) IPB Debating Community (IDC) yang selama ini menjadi wadah bagi mahasiswa IPB untuk belajar dan berlatih Model UN.

Delegasi IPB akan menjadi perwakilan untuk negara Jerman, Argentina, Perancis, Republik Pulau Marsal, dan Republik Demokratik Kongo.

Mereka tersebar pada empat komite yaitu United Nations Security Council (UNSC), World Health Organization (WHO), Human Right Council (HRC), dan Disarmament and International Security (DISEC).

Keempat komite tersebut akan membahas berbagai isu penting dunia mulai dari ancaman perang cyber, ancaman teroris, pentingnya hak mantan pelaku kejahatan, hingga peningkatan kualitas penyediaan pelayanan kesehatan.

Simulasi sidang PBB dimulai dengan menentukan agenda topik yang akan didiskusikan sesuai dengan komite masing-masing.

Kemudian, setiap delegasi berkesempatan untuk mengemukakan pendapat sesuai dengan pandangan dan kepentingan negara yang diwakili.

Setiap delegasi akan bertukar pikiran satu sama lain melalui debat, lobi, dan negosiasi. Setiap sidang diharapkan mampu menghasilkan sebuah rancangan resolusi yang efektif untuk mengatasi masalah yang bersangkutan serta terbaik untuk kepentingan semua negara.

”Disamping kemampuan berbahasa Inggris, Model UN merupakan media yang sangat baik untuk melatih kemampuan komunikasi dan berpikir kritis,” ujar Denny. (kabar24.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here