Pencurian listrik lebih ‘menyengat’ Daeng Azis

143
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JAKARTA – Tokoh Kalijodo Abdul Azis, dikenal dengan sebutan Daeng Azis terancam akan terjerat dua kasus hukum sekaligus. Setelah menjadi tersangka kasus pelacuran di Kalijodo, Azis juga menjadi tersangka kasus pencurian listrik. Ancaman hukuman pencurian listrik bahkan lebih “menyengat” Azis ketimbang ancaman hukuman prostitusi di Kalijodo.

Polisi menduga pencurian listrik dilakukan oleh Daeng Azis untuk Kafe Intan yang mencapai lebih dari Rp500 juta. Dilansir Detikcom, Selasa (1/3/2016), Direktur Utama PLN, Sofyan Basyir mengatakan pencurian listrik di kafe milik Daeng Azis termasuk skala besar.

“(Pencurian listrik di Kalijodo itu) individu, cuma dia besar, kan dia tempat hiburan,” kata Sofyan.

Sofyan mengatakan listrik di kafe milik Azis masuk dalam golongan rumah tangga golongan Tegangan Rendah (TR) R-2. Basyir menjelaskan yang biasanya mencuri listrik antara lain perorangan. “Di level bawah, yang nyantel-nyantel, di jalan, perumahan,” katanya.

Liputan6 mewartakan, pencurian listrik yang dilakukan Daeng Azis terendus PLN secara kebetulan. Manajer Komunikasi, Hukum dan Administrasi PLN Distribusi Jakarta Raya, Aris Dwianto mengatakan, PLN sedianya akan mengamankan listrik di Kalijodo yang bakal digusur menjadi lahan hijau.

PLN mengamankan meteran listrik pelanggan bangunan yang akan dibongkar agar tidak disalahgunakan. Ketika dilakukan pendataan, terungkap bangunan dengan atas nama pelanggan Abdul Azis telah melakukan pencurian listrik mencapai Rp525 juta. “Didata satu-satu, kalau kebetulan posisi punya Daeng itu,” kata Aris.

Azis ditangkap sebagai tersangka pencurian listrik oleh Polres Jakarta Utara pada 26 Februari lalu. Ia dijerat Pasal 51 ayat 3 UU Nomor 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan dengan ancaman 7 tahun penjara dan denda paling banyak Rp2,5 miliar.

Ancaman hukuman penjara dalam kasus pencurian listrik ini lebih berat ketimbang kasus prostitusi. Polda Metro Jaya telah menetapkan Azis sebagai tersangka dalam kasus prostitusi Kalijodo pada 23 Februari lalu.

Azis dijerat Pasal 296 juncto 506 KUHP tentang muncikari dengan ancaman hukuman satu tahun penjara.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Muhamad Iqbal, melalui Liputan6, mengatakan, penyidik Polda Metro Jaya mempersilakan Polres Jakarta Utara lebih dulu memeriksa Azis.

Alasannya, ancaman hukum kasus pencurian listrik lebih besar ketimbang prostitusi. “Kita fokus ke sini dulu, dugaan pencurian listriknya,” kata Iqbal. (beritagar.id)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here