Istana Bogor Akan Direnovasi

180
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Istana Bogor akan direnovasi dan selama pengerjaan berlangsung, aktivitas kepresidenan akan dipindahkan untuk sementara waktu, kata Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Protokoler Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Endang Sumitra.

“Direncanakan renovasi gedung Istana Bogor, ini memakan waktu enam bulan. Selama renovasi, kegiatan Presiden Joko Widodo tidak di Bogor,” kata Endang dalam rapat evaluasi pelaksanaan Sistem Satu Arah (SSA) di Balai Kota, Selasa (1/3).

Endang mengatakan, renovasi gedung Istana Bogor merupakan perawatan rutin tahunan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Sekretaris Negara.

“Presiden masih tetap tinggal di Bogor karena masih berkenan dan merasa nyaman. Seperti beberapa waktu lalu Presiden melepas burung dan kodok,” katanya.

Menurut dia, belum diketahui pasti kapan waktu pelaksanaan renovasi gedung Istana Bogor akan dilakukan, namun dapat dipastikan pengerjaan dijadwalkan berlangsung di tahun 2016.

“Formulanya sedang digodok, apa saja yang direnovasi dan kapan waktunya belum diinformasikan, yang pasti 2016 ini,” katanya.

Endang mengatakan, selama renovasi berlangsung, kegiatan Presiden Joko Widodo seperti menerima tamu dan rapat kabinet tidak dilaksanakan di Istana Bogor “Karena tidak mungkin juga menerima tamu, rapat kabinet dilaksanakan di Istana Bogor, mungkin difokuskan di Jakarta,” katanya.

Selain merenovasi gedung istana, lanjutnya, sedang dirancang pula membuat pagar Istana Bogor menjadi dua lapis. Pagar pertama menjadi area publik yang dapat diakses oleh masyarakat yang ingin melihat Istana Kepresidenan lebih dekat.

“Jadi gerbang istana yang pertama akan dibuat menjadi ‘public area’. Gerbang lapis dua. Jadi masyarakat bisa akses, tujuannya memberikan akses masyarakat untuk lebih dekat dengan istana,” katanya.

Ia menegaskan, dalam proses renovasi tidak ada cagar budaya yang diubah. Renovasi yang dilakukan merupakan perawatan rutin tahunan Istana Kepresidenanan, demikian pula dengan pagar yang ditambah.

“Tidak ada penggeseran pagar istana, hanya ditambah menjadi dua lapis. Pagar mundur ke belakang, sekitar 18 meter,” katanya.

Endang kembali menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo masih betah berada di Bogor. Walau sempat diupayakan untuk mencarikan rumah dinas bagi Presiden di Jakarta, tetapi tidak betah. (Ant/L-8/beritasatu.com)