Bawa Sajam, Belasan Remaja Tanggung Diciduk

145
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Kepolisian Sektor (Polsek) Bogor Timur menggelar patroli rutin di wilayah hukumnya, dinihari kemarin. Hasilnya, 15 remaja tanggung dengan empat senjata tajam (sajam) yang diduga akan digunakan tawuran diamankan polisi.

Razia dimulai dengan apel persiapan yang dikomandoi langsung Kapolsek Bogor Timur Kompol Didik Purwanto di halaman Mapolsek Bogor timur sekitar pukul 00:30 WIB. Setelah itu, tim langsung bergerak ke arah Jalan Raya R3. Di sepanjang jalur, polisi membubarkan remaja yang sedang asyik nongkrong. Polisi juga memeriksa kelengkapan dokumen untuk memastikan kendaraan yang digunakan bukan hasil curian.

Hasilnya, beberapa motor yang pengendaranya tidak dapat menunjukkan dokumen resmi terpaksa diangkut ke Polsek Bogor Timur. Pengendara baru boleh mengambil kendaraannya jika telah menunjukkan dokumen tersebut. Saat masuk ke daerah Katulampa, polisi menemukan belasan remaja tanggung yang tengah asyik nongkrong sambil minum-minum di depan sebuah warung yang telah tutup sekitar pukul 01:45 WIB. Ketika digeledah, polisi menemukan empat sajam berupa pedang dan celurit. ”Daerah sini banyak maling pak. Ini cuma buat jaga-jaga,” kilah salah seorang remaja.

Warga sekitar gang lantas keluar karena penasaran melihat banyak polisi. Ketika melihat sajam yang diamankan, mereka sangat kaget. ”Astagfirullah pak. Itu pedang besar-besar buat apa ya,” kata seorang ibu yang ikut menyaksikan. Selanjutnya, mereka digelandang ke Mapolsek Bogor Timur untuk dilakukan pembinaan dan menelusuri siapa pemilik sajam tersebut.

Kapolsek Bogor Timur Kompol Didik Purwanto mengatakan, patroli rutin yang dilakukan pihaknya sebagai langkah antisipasi pencurian, balap liar dan tawuran. Sebab, beberapa waktu lalu polisi banyak mendapat laporan soal tindak tawuran dan balap liar di wilayah Bogor Timur. “Sepanjang jalur R3 dan sekitarnya kami amankan sajam yang akan digunakan tawuran serta beberapa kendaraan yang suratnya belum lengkap,” kata Didik.

Menurut dia, di wilayah Bogor Timur terdapat beberapa lokasi rawan tawuran. Di antaranya wilayah Sukasari, Ciheuleut dan Tajur. Rata-rata, lanjut Didik, mereka yang terlibat tawuran berusia di bawah 20 tahun. Bahkan banyak yang masih berstatus pelajar. Patroli juga dilakukan untuk mencegah penyakit masyarakat (pekat). “Bagi yang ditemukan mengonsumsi alkohol akan kami telusuri hingga ke penjual. Selanjutnya kami akan razia karena miras menjadi salah satu penyebab tawuran. Mereka yang digelandang akan diberi pembinaan dengan melibatkan orang tua mereka,” pungkasnya. (fin/b/ram/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here