Ibu Hamil dan Bayi Tewas Terpanggang

135
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | JASINGA – Satu keluarga di Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, meninggal dunia lantaran tak bisa menyelamatkan diri dari api yang membakar rumahnya. Dua korban di antaranya ibu hamil dan bayi berusia dua bulan. Semua korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan dari RSUD Leuwiliang.

Api yang menyambar rumah milik keluarga Muslih (41) di Kampung Pematang, RT 05/01, Desa Barengkok, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, semakin besar. Penghuni rumah tak bisa keluar rumah setelah api menyambar kios bensin eceran yang berada di dekat rumah. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/2) sekitar pukul 12:30 WIB.

Berdasarkan informasi, sumber api berasal dari korsleting listrik di rumah Muslih. Saat itu Muslih bersama istri dan anaknya tengah berada di dalam rumah. Api semakin membesar setelah menyambar bensin eceran. Satu keluarga itu terjebak dalam kobaran api sambil meminta pertolongan dari tetangganya.

Melihat api yang semakin membesar, warga sekitar pun berusaha memadamkan api dengan alat seadanya. Setelah api padam, warga mengevakuasi para korban. Keempat korban pun langsung dilarikan ke RSUD Leuwiliang. Setelah mendapat perawatan intensif selama 12 jam, semua korban kebakaran meninggal dunia.

Hal ini dibenarkan Kepala Bagian Tata Usaha RSUD Leuwiliang, Inlaurizen. Menurut dia, saat tiba di rumah sakit, keempat korban yang terbakar kondisinya sudah kritis dengan luka di sekujur tubuh. Meski sudah menjalani perawatan intensif, semua korban tidak bisa diselamatkan. “Keempat korban tersebut yang meninggal dunia itu Muslih (41), Diah (17), Isnawati (25) dan M Parhan Maulana (2 bulan). Tadi meninggal sekitar pukul 04:00 WIB,” kata perempuan yang akrab disapa Iin kepada Metropolitan.

Ia juga mengatakan, istri Muslih yakni Isnawati meninggal dunia dalam kondisi sedang hamil muda. Menurut Iin, pihak keluarga sempat menolak keempat korban untuk dirujuk ke rumah sakit yang khusus menangani luka bakar. “Luka bakarnya serius, tapi keluarga menolak merujuk ke rumah sakit lain. Sekarang semua jenazah sudah dibawa pulang keluarga untuk disemayamkan,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Jasinga AKP Yayan Sopyan mengatakan, kebakaran yang menghanguskan rumah Muslih serta isi rumahnya diduga akibat arus pendek listrik. Kobaran api pun sangat besar sehingga harta benda milik Muslih tidak dapat diselamatkan. ”Warga sekitar berusaha memadamkan api dengan alat seadanya,” ujarnya.

Yayan menambahkan, Muslih dan anaknya yang terbakar di dalam rumah diselamatkan warga sekitar. Mengetahui korban mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya, warga pun langsung membawanya ke RSUD Leuwiliang. Hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan kasus kebakaran ini. ”Penyebab terjadinya kebakaran masih kami tangani. Kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (ads/c/els/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here