Hujan Deras dari Subuh, Bogor Sepuluh Kali Longsor

156
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | BOGOR – Hujan deras yang mengguyur Kota dan Kabupaten Bogor pada Minggu (28/2) dinihari menyebabkan sejumlah bencana. Selain banjir, sejumlah titik di Bogor pun longsor. Bahkan ada pohon besar yang tumbang menimpa rumah warga.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, ada sepuluh lokasi longsor. Di antaranya Kompleks Perum Bogor Country Blok FG Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanahsareal, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, tepatnya di belakang Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Selain itu, longsor juga terjadi di Gang Makam, RT 03/05, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatam Bogor Barat, Kampung Cilubang, RT 05/03, Jalan Cilubang, Kelurahan Balumbangjaya, Kecamatan Bogor Barat.

Kepala BPBD Kota Bogor Ganjar Gunawan mengatakan, ada juga lokasi lainnya yang terjadi longsor seperti Pangkalan Batu, RT 02/02, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat dan di Kampung Pilar 5, RT 04/06, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat. “Kebanyakan longsor ke tebingan atau ke jalan setapak dan bisa semua teratasi. Sebagai langkah antisipasi, BPBD memasang beberapa terpal di lokasi untuk mengurangi dampak jika terjadi hujan susulan,” ujarnya kepada Metropolitan.

Selain itu, longsor juga terjadi di Kampung Pilar 5, RT 04/03, Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat dan RT 03/05, RT 04/04, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat. Terakhir terjadi di Blok Tempe, RT 03/04, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat. “Dari sepuluh lokasi longsor yang terjadi yang paling parah adalah Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, tepatnya belakang Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang menimpa rumah Anang Suryana yang satu Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah enam jiwa,” terangnya.

Meskipun banyak kejadian bencana, menurut Ganjar tidak ada korban luka-luka. Hanya ada beberapa warga yang mengalami luka ringan seperti Nurhasanah (45), Ajeng (19), Sekar (13) dan Intan (15). “Mereka semua sudah mendapat perawatan di RSUD, namun sekarang semuanya sudah ada di rumah saudaranya kembali di Bubulak,” paparnya.

Ganjar menambahkan, pihaknya pun telah menurunkan sejumlah anggota untuk bersiaga mengantisipasi kejadian-kejadian susulan. Karena menurutnya intensitas hujan di tahun ini sangat tinggi di bulan Februari. “Anggota kita pun terus bersiaga. Bahkan tim reaksi cepat kita pun tersebar di sejumlah wilayah,” katanya.

Sementara itu, salah satu korban, Nurhasanah menjelaskan, longsor yang menimpa rumahnya terjadi pada dinihari saat ia bersama anak-anaknya sedang tertidur. Menurut dia, rumah menimpa ruang tamu dan beberapa kamar. “Saya kaget karena kejadian tiba-tiba. Untung tidur di kamar depan, jadi tidak telalu parah,” singkatnya.

Sementara itu, empat wilayah di Kampung Pabuaran, Rawa Panjang, Cilebut Barat dan Bojongbaru terendam derasnya air hujan sejak pukul 04:00 WIB, kemarin. Korlap Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bogor Esso Junarso mengatakan, keempat wilayah ini merupakan daerah langganan banjir yang ada di Kabupaten Bogor.

Bahkan, hanya dengan intensitas waktu selama dua jam wilayah itu dipastikan sudah tergenang banjir. “Penyebab banjir ini akibat terjadinya penyempitan kali. Kami juga sudah berusaha berkoordinasi dengan dinas yang berkaitan namun terganjal karena kewenangan ada di Pemerintah Pusat,” kata Esso.

Tak hanya itu, kata Esso, hujan yang terjadi kurang lebih selama enam jam ini mengakibatkan satu rumah terkena longsor di wilayah Megamendung. “Kami mendapat laporan di Megamendung juga terjadi longsor,” ujar Esso.

Banjir juga terjadi di Vila Nusa Indah 1 dan Vila Nusa Indah 2, Desa Bojongkulu. Hal ini terjadi akibat meluapnya Sungai Cileungsi yang mencapai ketinggian lutut orang dewasa. “Terendam banjir sedalam satu meter di RW 13, 14, 15, 16, 17, 22, 24 serta 28,” singkat Kapolsek Gunungputri AKP Niih Hadiwijaya. (rez/mam/c/els/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here