Ditolak 11 Rumah Sakit, Warga Ciomas Meninggal di Angkot

132
0
SHARE

BHARATANEWS.ID | CIOMAS – Hanya gara-gara menggu­nakan angkutan perkotaan (angkot) untuk berobat, nyawa warga Kampung Bubulak, RT 02/09, Desa Laladon, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Narsih (65), tak terselamatkan. Selama delapan jam Narsih tak mendapat pelayanan dari sebelas rumah sakit yang didatanginya, padahal dalam kondisi kritis.

Sang istri, Titin (64) mengaku, suaminya kritis karena menderita darah tinggi atau hipertensi. Keluarga, lanjut dia, membawa Narsih ke sejumlah rumah sakit menggunakan angkot. Namun saat didatangi, petugas rumah sakit langsung menolaknya dengan alasan kamar penuh. ”Seharusnya pihak rumah sakit memeriksakan dulu kondisi pasien atau memberi pertolongan pertama. Kondisi suami saya sudah kritis di angkot,” ujar Titin kepada Metropolitan, kemarin.

Lantaran selalu ditolak pihak rumah sakit, Titin berinisiatif mendaftarkan suaminya menjadi pasien umum. Meskipun sebenarnya Narsih memiliki kartu BPJS. Namun sayang, hal itu tak membuahkan hasil. Narsih tetap ditolak rumah sakit di antaranya Rumah Sakit Azra, Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bogor, Rumah Sakit Pertamedika Sentul dan Rumah Sakit Hermina. “Kami sudah ke sebelas rumah sakit tapi tetap ditolak. Apa karena menggunakan mobil angkot ya kami ditolak? Akhirnya suami saya meninggal saat perjalanan ke RSUD Cibinong,” terangnya.

Sementara itu, kejadian yang menimpa keluarga Narsih menjadi perhatian Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra. Saat melawat ke rumah duka, Dede mengaku prihatin masih adanya penolakan pasien di era kepemimpinan Bupati Bogor Nurhayanti. Ia juga menyayangkan sikap petugas rumah sakit yang langsung menolak padahal pasien mendaftar sebagai pasien umum meski terdaftar sebagai pemegang kartu BPJS.

”Tentunya dengan kejadian ini menjadi pembelajaran bagi rumah sakit. Saat ada pasien yang berobat jangan melihat mobil yang mengantarnya, akan tetapi rumah sakit seharusnya mengutamakan kondisi pasien. Karena masalah administrasi merupakan tanggung jawab pihak keluarga,” pungkasnya. (ads/c/els/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here